Seringkali kita melupakan karunia yang selalu diberikan Allah, bahkan kita hanya sempat mengingatNya dikala dilanda kesulitan. Ketahuilah teman, Allah melihat setiap detil perbuatan kita, sadar ataupun tidak, kita semua tak luput dari pandanganNya. Begitu pula halnya dengan ku, tak jarang aku hanya mengingatNya jika dilanda musibah, katakan saja disaat sakit, atau musibah lainnya seperti gempa bumi, tsunami atau gunung meletus. Kalian juga tahu bukan kalau asma Allah tak henti hentinya berkumandang jika rentetan bencana tersebut terjadi. Sungguh durhaka, kita memang makhluk durhaka yang tak layak mencium surgaNya. Ya, tak layak mencium, apalagi masuk ke dalam surga nan maha indah itu.
Manusia memang makhluk yang tak memaknai kata ’syukur’, kata sederhana yang sangat sulit dipertanggung jawabkan. Ampuni kami ya Allah!!
Saat kita melihat saudara saudara kita susah, barulah kita semua sadar akan nikmat yang tak hentinya dilimpahkan allah sang maha pemberi nikmat. Saat si pincang dengan senyumnya yang indah tak hentinya masih terus berikhtiar kepada Allah, saat si buta tak pernah menyerah dalam kegelapannya, dan saat semua orang yang serba kekurangan senantiasa bertawakkal kepadaNya.
Apa ini adalah suatu hal yang wajar,Tuhan?
Makhluk yang mendapat limpahan rahmatMu tak lagi mengingatMu dan sebaliknya yang ”kurang beruntung” itu selalu ingat akan keberadaanMu?
Entahlah, mungkin suatu saat nanti jika kedua posisi itu berbalik layaknya roda yang terus berputar, kami yang kini melupakanMu akan mengingatMu jika dilanda kesusahan, demikian pula sebaliknya.
Sungguh, jujur kami sangat bersalah dalam hal ini ya Allah, tuntunlah kami agar selalu berada dijalanMu yang lurus. Yang senantiasa mengingat keberadaanMu baik dalam kondisi apapun. Susah senang, miskin kaya, tua muda, sakit sehat, hingga berada dalam kesuksesan atu keterpurukan sekalipun!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar